Jumat, 19 November 2010

TIPS DAN TRIK MEMBUDIDAYAKAN / TERNAK WALET

Burung walet merupakan salah satu spesies unggas yang hidup dialam bebas. Pada awalnya, burung ini banyak menghuni gua-gua alam yang terdapat dipegunungan atau bukit-bukit ditepi laut. Karakteristik gua yang lembab, bersuhu dingin dan memiliki pencahayaan yang terbatas memang sangat disukai burung walet.

Seiring perjalanannya, banyak gua-gua tempat habitat asli  walet yang rusak. Akibatnya, walet harus mencari tempat baru untuk bersarang dan berkembang biak. Maka tak aneh jika anda sering melihat kawanan burung  walet menempati ruang-ruang atau bangunan yang memang tidak diperuntukan bagi walet untuk bersarang.

Bagi mereka yang memiliki jiwa bisnis, hal tersebut merupakan peluang usaha. Strategi yang dituju adalah bagaimana merumahkan walet. Maklum saja, dahulu masih banyak orang yang meragukan apakah benar walet dapat dikembangkan diluar habitat aslinya ???

Setelah bertahun-tahun dilakukan uji coba akhirnya ditemukan sebuah tekhnik khusus merumahkan walet, yakni dengan cara menyediakan bangunan khusus, baik rumah maupun gedung, yang kondisi di dalamnya baik itu suhu, kelembapan, mauoun inyensitas cahaya didesain sesuai habitat walet di alam. Untuk mendapatkan iklim ideal bagi walet tersebut  pembudidaya harus menyediakan bahan-bahan dan alat peredam panas guna menurunkan suhu dan menaikan kelembapan udara di dalam bangunan.

Hal inilah yang memberikan kesan bahwa untuk membangun rumah walet dibutuhkan  dana yang sangat mahal. Bagaimana tidak seorang calon pembudidaya walet harus rela mengeluarkan kocek ratusan juta rupiah untuk menciptakan kondisi yang sesuai dengan kebutuhan walet. (Disadur dari Ir. H. Nasir Salekat, MM / konsultan walet)


SPESIFIKASI BURUNG WALET / MENGENALI BURUNG WALET
A.       Morfologi
Kebanyakan orang ketika ditanya tentang burung walet selalu mengidentikan dengan burung layang-layang. Maklum burung ini sering muncul atau beterbangan ketika hari akan hujan. Kegemaran burung walet adalah berputar-putar  terutama disekitar bangunan yang mempunyai ketinggian lebih tinggi daripada bangunan disekitarnya.

Menurut Penelitian telah ditemukan sebanyak 22 spesies burung walet dibelahan bumi, 6 spesies diantaranya terdapat di indonesia. Namun dari beberapa kajian penelitian hanya 2 spesies yang mempunyai nilai keekonomian, salah satu diantaranya adalah collacalia fusiphaga atau yang sering dijuluki burung walet sarang putih (enable nest-swifthlift).

Walet  senang hidup dilingkungan yang banyak ditumbuhi beberapa jenis pohon atau areal persawahan. Pasalnya, lingkungan tersebut  banyak menghasilkan aneka jenis pakan yang disukai serangga baik yang hidupnya merayap maupun terbang. Sehingga kehadiran beberapa jenis burung yang ada disekitar  lingkungan tersebut  berkaitan erat  dengan mata rantai kehidupan.

Sepintas semua jenis burung  apabila diamati dari kejauhan memiliki persamaan, namun ada beberapa cara yang sangat sederhana untuk membedakannya diantaranya dengan mendengarkan secara seksama suara yang dihasilkan oleh burung tersebut.  Contohnya walet biasanya mengeluarkan suara yang khas berbunyi ciet,,, ciet,,, ciet,,,.

B.      Habitat
Meskipun burung  walet selalu dijumpai hidup bersama-sama dengan burung seriti dan burung layang-layang habitat yang dimiliki oleh burung walet cukup terbilang unik. Ini dapat dilihat dari tempat bersarang atau bermalam. Jika burung  lain selalu tinggal di pohon-pohon atau dialam terbuka, walet justru menginap didalam ruangan seperti rumah atau gua.
 
C.      Karakteristik
Secara fisik burung walet memiliki ukuran tubuh yang kecil. Panjang tubuhnya sekitar 12,5 cm dengan sayap berwarna hitam  bagian dada bercorak abu-abu sementara disekitar leher sampai kepala  terdapat bintik kecoklatan. Burung  walet sangat peka  ataupun merespon terhadap suara-suara yang meniru suaranya. Ketika dewasa burung ini akan mebuat sarang dengan bahan baku yang berasal dari air liurnya sendiri yang disebut dengan saliva.

Warna sarang walet rumahan biasanya putih seperti lilin dibeberapa bagian  sarang terdapat bulu-bulu halus. Kendati demikian pada sarang tersebut tidak pernah ditemukan adanya dedaunan atau akar pohon sebagaimana lazimnya burung lain dalam membuat sarang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar