Burung walet merupakan salah satu spesies unggas yang hidup dialam bebas. Pada awalnya, burung ini banyak menghuni gua-gua alam yang terdapat dipegunungan atau bukit-bukit ditepi laut. Karakteristik gua yang lembab, bersuhu dingin dan memiliki pencahayaan yang terbatas memang sangat disukai burung walet.
Seiring perjalanannya, banyak gua-gua tempat habitat asli walet yang rusak. Akibatnya, walet harus mencari tempat baru untuk bersarang dan berkembang biak. Maka tak aneh jika anda sering melihat kawanan burung walet menempati ruang-ruang atau bangunan yang memang tidak diperuntukan bagi walet untuk bersarang.
Bagi mereka yang memiliki jiwa bisnis, hal tersebut merupakan peluang usaha. Strategi yang dituju adalah bagaimana merumahkan walet. Maklum saja, dahulu masih banyak orang yang meragukan apakah benar walet dapat dikembangkan diluar habitat aslinya ???
Setelah bertahun-tahun dilakukan uji coba akhirnya ditemukan sebuah tekhnik khusus merumahkan walet, yakni dengan cara menyediakan bangunan khusus, baik rumah maupun gedung, yang kondisi di dalamnya baik itu suhu, kelembapan, mauoun inyensitas cahaya didesain sesuai habitat walet di alam. Untuk mendapatkan iklim ideal bagi walet tersebut pembudidaya harus menyediakan bahan-bahan dan alat peredam panas guna menurunkan suhu dan menaikan kelembapan udara di dalam bangunan.
Hal inilah yang memberikan kesan bahwa untuk membangun rumah walet dibutuhkan dana yang sangat mahal. Bagaimana tidak seorang calon pembudidaya walet harus rela mengeluarkan kocek ratusan juta rupiah untuk menciptakan kondisi yang sesuai dengan kebutuhan walet. (Disadur dari Ir. H. Nasir Salekat, MM / konsultan walet)
SPESIFIKASI BURUNG WALET / MENGENALI BURUNG WALET
A. Morfologi
Kebanyakan orang ketika ditanya tentang burung walet selalu mengidentikan dengan burung layang-layang. Maklum burung ini sering muncul atau beterbangan ketika hari akan hujan. Kegemaran burung walet adalah berputar-putar terutama disekitar bangunan yang mempunyai ketinggian lebih tinggi daripada bangunan disekitarnya.
Menurut Penelitian telah ditemukan sebanyak 22 spesies burung walet dibelahan bumi, 6 spesies diantaranya terdapat di indonesia. Namun dari beberapa kajian penelitian hanya 2 spesies yang mempunyai nilai keekonomian, salah satu diantaranya adalah collacalia fusiphaga atau yang sering dijuluki burung walet sarang putih (enable nest-swifthlift).
Walet senang hidup dilingkungan yang banyak ditumbuhi beberapa jenis pohon atau areal persawahan. Pasalnya, lingkungan tersebut banyak menghasilkan aneka jenis pakan yang disukai serangga baik yang hidupnya merayap maupun terbang. Sehingga kehadiran beberapa jenis burung yang ada disekitar lingkungan tersebut berkaitan erat dengan mata rantai kehidupan.
Sepintas semua jenis burung apabila diamati dari kejauhan memiliki persamaan, namun ada beberapa cara yang sangat sederhana untuk membedakannya diantaranya dengan mendengarkan secara seksama suara yang dihasilkan oleh burung tersebut. Contohnya walet biasanya mengeluarkan suara yang khas berbunyi ciet,,, ciet,,, ciet,,,.
B. Habitat
Meskipun burung walet selalu dijumpai hidup bersama-sama dengan burung seriti dan burung layang-layang habitat yang dimiliki oleh burung walet cukup terbilang unik. Ini dapat dilihat dari tempat bersarang atau bermalam. Jika burung lain selalu tinggal di pohon-pohon atau dialam terbuka, walet justru menginap didalam ruangan seperti rumah atau gua.
C. Karakteristik
Secara fisik burung walet memiliki ukuran tubuh yang kecil. Panjang tubuhnya sekitar 12,5 cm dengan sayap berwarna hitam bagian dada bercorak abu-abu sementara disekitar leher sampai kepala terdapat bintik kecoklatan. Burung walet sangat peka ataupun merespon terhadap suara-suara yang meniru suaranya. Ketika dewasa burung ini akan mebuat sarang dengan bahan baku yang berasal dari air liurnya sendiri yang disebut dengan saliva.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar